Pengalaman

PENGALAMAN ADALAH PENGALAMAN

Dalam thema pengalaman yang akan diceritakan adalah kejadian yang dialami, bagaimana dalam perencanaan, dan bagaimana jika ada kendala untuk mengatasinya. sebelum pada pengalaman-pengalaman yang umum ada baiknya diceritakan dulu pengalaman yang paling berkesan dari hidup saya sendiri. yaitu menikah.

Peristiwa menikah adalah peristiwa yang penting dalam hidup saya. Tetapi kehidupan setelahnya juga penting. Bagaimana kita merencanakan jalan dan kebijakan dalam keluarga, bagaimana kita mengimplementasi rencana, bagaimana mengevaluasi rencana kita dihadapkan dengan situasi dan kondisi yang berlaku, serta bagaimana rencana menyesuaikan agar tujuan utama pernikahan tercapai.

PERENCANAAN
Kehidupan berkeluarga perlu direncanakan, jauh sebelum 'nincak endog'. Setelah ketemu pasangan kita, maka perlu bicara bagaimana kita layari lautan pernikahan ini?. Pernikahan adalah bahtera yang mengantarkan kita ke tujuan hidup kita. Bahtera yang melaju di samudra luas perlu persiapan bekal perjalanan dan juga pengetahuan akan ilmu perbintangan. Pengen punya anak berapa? Bagaimana kita biayai resiko yang ada? Bagaimana anak kita mentas? disesuaikan dengan asset, potensi asset, pendapatan dan penghasilan. Dilengkapi juga dengan pertanyaan 'what if' Rencana perlu detail namun juga harus fleksibel. Kemampuan proyeksi masa depan dan adaptasi lingkungan keluarga selayaknya terus diasah, dipupuk, sepanjang jalan Tidak ada yang sempurna dalam mengetahui pengetahuan berkeluarga. Dan juga tidak ada Penasea (obat yang bisa menyembuhkan segala penyakit) untuk keluarga, karena permasalahan yang dialami keluarga adalah unik dan satu-satunya. Tidak ada yang sama persis seratus persen. Bahkan yang sudah dengan rapi terrencana saja masih ada kemungkinan meleset, karena salah mengira arah angin atau kuatnya arus bawah air. Saran dari konsultan pernikahan saja masih harus dilihat keberhasilan dalam menggali masalah pasangan tersebut. Tetap perlu masukan jujur dari klien untuk lebih menjamin keberhasilan resep harmonisnya rumahtangga. 

Kecukupan tidak hanya terlhat dari melimpahnya harta, tapi juga dari ketenangan bathin anggota keluarganya. Melihat harta atau asset sebagai sarana dalam mewujudkan tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri, manusia perlu harta, uang dan kekayaan, karena itu dapat membiayai resiko kehidupan kita. Cara berinvestasi juga harus cerdas, ada investasi yang disimpan di asset yang cepat naik cuman tidak terlalu cair, ada asset yang disimpan di asset yang naiknya moderat namun cepat dicairkan. kemudian juga ada asset yang tidak perlu naik tapi memberi kita penghasilan yang tetap. Dan itu semua dikaitkan dengan keperluan kita sehubungan dengan tumbuh kembang anak. Anak bayi mempunyai kebutuhan tertentu, anak TK mulai perlu keperluan sekolah dan asesorisnya, meningkat terus sampai SMP, SMA dan Perguruan tinggi. Dimana kemudian ada keperluan untuk menyelenggarakan kehidupan tersendiri karena tidak satu kota dengan kita. Perlu kost, perlu hidup mandiri, perlu mengambil keputusan sendiri. Mengenai ketrampilannya mungkin bisa dilatih misalnya dengan memasukkan ke Pesantren, atau dalam bahasa pendidikannya full time education atau boarding school, (dialami oleh Dani n Danu di pesantren Hidayatullah Dau Malang). Atau sengaja nge-kost di daerah yang sebenarnya bisa dicapai oleh kereta api (seperti dialami oleh de Elsya ketika mengambil kursus Euro) padahal Jakarta bisa dicapai dari Bogor, tapi demi mengasah pengalaman hidup tidak tinggal seatap dengan orang tua maka de Elsya juga jalankan itu. Implementasi Rencana terjadi ketika upacara 'nincak endog' lekasan.

EVALUASI 
Dalam implementasi renana sella ada faktor berpengaruh yang mempercepat, atau memperlambat, yang mendukung atau menghambat. Suami-isteri harus kompak, berkoordinasi, berkomunikasi dalam rangka menhadapi mesalah yang ada. Rencana yang ditulis dan ditetapka sebelumnya mungkin perlu mengalami perubahan minor sampai mayor, menyesuaikan dengan keadaan, tapi halauan keluarga sudah ditetapkan. Halauan ini yang harus sesedikit mungkin diubah, kalau waktu dan cara masih bisa berubah banyak. Itulah yang dinamakan evaluasi. Rencana bisa dievaluasi, dengan adanya dinamika kehidupan yang tinggi. Masalah yang dihadapi, kemudian dianalisa dan dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya. Target atau sasaran antara  yang ada sebelumnya munchkin berubah sedikit banyak, tetapi tidak mengubah secara total tujuan pernikahan. Jangan sampai kita terlalu strict pada sasaran antara maka kapal kita jadi hancur. 

Kembali lagi ini dihubungkan dengan asset dan kawan-kawannya. Harus realistis sekaligus visioner. Lebih baik mundur selangkah untuk kemudian melompat, daripada memaksakan diri untuk terus berlari menerjang tantangan yang sebenarnya sudah diketahui tidak akan teratasi. Jika misalnya kita dalam kekurangan, maka ada beberapa langkah alternatif, apakah kita akan meningkatkan pendapatan atau kita akan mengurangi pengeluaran. Jika dilakukan secara serampangan maka mungkin akan bisa hancur. Mengurangi pengeluaran, jangan sampai menyentuh keperluan primer, nanti bisa membunuh diri kita sendiri. Demikian pula dalam misalnya menambah pendapatan, harus difikir pendapatan yang berasal dari sesuatu yang baik, bukan misalnya dengan melanggar Hukum, atau merugikan orang lain. 

Dalam berdiskui dengan pasangan janganlah kita getas harupateun, maka dari itu dilambangkan dalam acara Meuleum Harupat. 

Cag









Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan